Ahlan Wa Sahlan... Semoga senantiasa memperoleh rahmat dari-NYA...

Wednesday, January 18, 2012

.: About Chemical Synthesis :.


Term “Sintesis” berasal dari bahasa Yunani: Synthesis (syn yang berarti tambah dan thesis yang berarti posisi). Jadi, sintesis adalah suatu proses penggabungan dua atau lebih elemen sederhana membentuk elemen baru yang lebih kompleks.



Dalam bidang kimia, sintesis kimia merupakan kegiatan melakukan reaksi kimia untuk menghasilkan suatu produk yang melibatkan satu reaksi atau lebih. Sintesis kimia memungkinkan untuk membuat zat-zat baru sesuai dengan kebutuhan yang ada. Sintesis kimia dimulai dengan pemilihan precursor yang sesuai sehingga dihasilkan produk sintesis seperti yang diinginkan. Berdasarkan senyawa targetnya, sintesis kimia dibedakan menjadi 2, yaitu sintesis anorganik dan sintesis organik.
Sintesis anorganik adalah pembentukan molekul anorganik melalui proses kimia. Terdapat beberapa metode sintesis anorganik, di antaranya metode sol gel, kopresipitasi, hidrotermal, solid state, dan metode refluk. Karena struktur senyawa anorganik lebih sederhana, sintesis anorganik telah berkembang pesat. Umumnya sintesis anorganik digunakan untuk membuat katalis, senyawa kompleks, keramik, material superkonduktor dan sebagainya.
Adapun sintesis organik adalah konstruksi molekul organik melalui proses kimia yang merupakan salah satu aspek kimia organik yang penting, yang melibatkan pemutusan dan pembentukan ikatan karbon-karbon baru atau perubahhan gugus fungsi. Molekul organik yang awalnya diyakini hanya bisa diperoleh dari makhluk hidup ternyata juga bisa dibuat dalam laboratorium. Tapi tidak seperti sintesis anorganik, sintesis organik tergolong lebih rumit karena molekulnya lebih kompleks. Sintesis organik diaplikasikan untuk memproduksi obat-obatan, kosmetik, pewarna, perwangi/perasa dan sebagainya.




No comments:

Post a Comment